Restorasi Kuil Phnom Bakheng Terus Berlanjut. Proyek restorasi besar-besaran di Kuil Phnom Bakheng saat ini sedang di jalankan dengan ketelitian tinggi oleh Otoritas Nasional APSARA yang bekerja sama erat dengan World Monuments Fund (WMF). Meskipun tantangan cuaca ekstrem dan struktur tanah yang sangat menantang sering di hadapi di lapangan, komitmen untuk menjaga situs suci dari abad ke-9 ini tetap di prioritaskan oleh para ahli arkeologi lintas negara. Oleh karena itu, setiap blok batu yang telah bergeser dari posisi aslinya sedang di petakan secara digital menggunakan teknologi pemindaian laser agar proses rekonstruksi dapat di lakukan dengan akurasi maksimal sesuai kaidah arkeologi internasional.
Pentingnya Pelestarian Struktur Utama Restorasi Kuil Phnom Bakheng
Kuil yang di bangun pada masa pemerintahan Raja Yasovarman I ini telah lama di kenal sebagai simbol pusat kosmos dalam kosmologi Hindu, namun kondisinya sempat di khawatirkan oleh banyak pihak akibat beban wisatawan yang berlebih dan faktor erosi alam yang masif. Akhirnya, langkah-langkah konservasi yang bersifat komprehensif mulai di terapkan secara sistematis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada struktur piramida tujuh tingkat tersebut. Di sisi lain, penggunaan material original terus di pertahankan semaksimal mungkin oleh tim restorasi guna menjaga otentisitas dan nilai historis bangunan sejarah yang sangat berharga ini.
Teknik Anastylosis dalam Penguatan Dinding
Metode anastylosis secara konsisten di gunakan oleh para ahli struktur untuk menyusun kembali puing-puing batu raksasa yang telah jatuh selama berabad-abad. Melalui teknik yang sangat teknis ini, batu-batu asli di temukan kembali di sekitar lereng bukit dan di letakkan pada posisi semula berdasarkan dokumentasi sejarah serta foto-foto lama yang mendalam. Selain itu, sistem drainase baru yang tersembunyi juga sedang di bangun di bawah lapisan tanah agar rembesan air hujan yang tinggi tidak lagi melemahkan fondasi kuil yang berdiri megah di atas bukit batu tersebut.
Konservasi Relief dan Patung Singa
Selain perbaikan pada struktur makro candi, detail-detail kecil seperti relief naratif dan patung singa penjaga juga di berikan perhatian khusus oleh para konservator profesional. Kerusakan permukaan batu akibat pertumbuhan lumut dan kelembapan udara yang tinggi sedang di tangani dengan hati-hati menggunakan cairan kimia khusus yang telah teruji ramah lingkungan. Di samping itu, berbagai pelatihan teknis bagi tenaga lokal terus di berikan oleh pihak WMF agar keahlian dalam memugar batu pasir dapat di wariskan secara turun-temurun kepada generasi muda Kamboja berikutnya.
Baca Juga : Diklat Haji Dimulai Wamenhaj Ingatkan Peserta Lepas Gelar
Tantangan Restorasi Kuil Secara Teknis dan Pengaturan Kunjungan Wisatawan
Lokasi kuil yang berada tepat di puncak bukit menyebabkan seluruh logistik material konstruksi. Harus di atur dengan sangat hati-hati oleh tim teknis di lapangan. Alat-alat berat yang berukuran besar tidak dapat di gunakan secara bebas di area sensitif ini. Sehingga metode manual dan katrol tradisional sering kali di pilih untuk menghindari getaran merusak yang bisa meruntuhkan dinding tua. Selanjutnya, akses bagi para pengunjung kini mulai di batasi melalui sistem kuota yang ketat. Agar kepadatan di area teras atas dapat dikendalikan dengan baik oleh petugas keamanan hutan dan staf APSARA.
Penanganan Stabilitas Tanah Bukit Bakheng
Stabilitas tanah di perbukitan Phnom Bakheng secara berkala terus di pantau menggunakan sensor-sensor canggih. Untuk mendeteksi adanya pergeseran tanah sekecil apa pun. Tanah yang labil di area lereng sering kali di sebabkan oleh infiltrasi air tanah yang tidak terkendali. Terutama saat musim penghujan yang panjang berlangsung di wilayah Angkor. Oleh karena itu, dinding penahan beban sementara yang terbuat dari baja di pasang oleh teknisi. Untuk memastikan bahwa proses ekskavasi arkeologi tidak akan membahayakan struktur utama bangunan yang berada tepat di atasnya.
Implementasi Jalur Kayu untuk Perlindungan Batu
Jalur kayu permanen kini telah selesai di pasang di area-area paling sensitif. Agar permukaan batu pasir yang asli tidak terus-menerus tergerus oleh alas kaki ribuan wisatawan setiap harinya. Dengan adanya jalur khusus ini, beban manusia dapat di distribusikan secara lebih merata. Sehingga tekanan langsung pada struktur lantai batu dapat di kurangi secara signifikan setiap tahunnya. Selain itu, papan informasi edukatif mengenai sejarah pemugaran juga di sediakan oleh pihak pengelola. Agar setiap pengunjung dapat memahami. Betapa pentingnya menjaga situs warisan dunia ini dari segala bentuk kerusakan fisik yang tidak di sengaja.
Masa Depan Restorasi Kuil Phnom Bakheng Sebagai Pusat Astronomi Kuno
Kuil Phnom Bakheng tidak hanya di pandang sebagai sebuah tempat ibadah yang eksotis. Tetapi juga semakin di akui oleh para ilmuwan internasional. Sebagai representasi kalender astronomi yang sangat luar biasa dari masa lalu. Penyelarasan orientasi bangunan dengan pergerakan benda-benda langit sedang di pelajari. Lebih lanjut oleh tim peneliti multidisiplin selama masa restorasi intensif ini berlangsung. Dengan demikian, di harapkan pemahaman masyarakat global mengenai kecerdasan arsitektur Khmer kuno akan semakin di perkaya. Melalui temuan-temuan arkeologi terbaru yang di dapatkan di lapangan.
Rencana jangka panjang untuk pelestarian kawasan ini sedang di susun dengan matang oleh pemerintah KambojA. Guna memastikan terciptanya keseimbangan yang ideal antara sektor pariwisata dan upaya konservasi. Setiap tahap pekerjaan fisik yang di lakukan di situs selalu di dokumentasikan secara transparan. Sehingga perkembangan proyek monumental ini dapat di pantau oleh komunitas arkeologi internasional. Walaupun proses restorasi ini di prediksi akan memakan waktu bertahun-tahun lagi. Hasil akhir yang permanen, stabil, dan indah sangat di upayakan. Demi keselamatan warisan budaya agung milik umat manusia ini.