Akses Bandara Soetta Terendam Banjir. Curah hujan yang sangat tinggi mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya sejak dini hari tadi. Hal ini mengakibatkan sejumlah titik jalan protokol menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terendam banjir cukup dalam. Akibatnya, arus lalu lintas mengalami lumpuh total dan ribuan calon penumpang pesawat terancam tertinggal jadwal keberangkatan mereka.
Kondisi ini diperparah dengan drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang datang secara tiba-tiba. Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan panjang terlihat mulai dari Tol Sedyatmo hingga jalan arteri di sekitar Perimeter Utara dan Selatan. Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok karena memaksakan diri menerjang genangan air.
Dampak Genangan Air di Jalur Utama Akses Bandara
Banjir yang menggenangi jalur utama ini menyebabkan gangguan yang sangat signifikan terhadap seluruh operasional transportasi darat. Akibatnya, kendaraan bus pemadu moda seperti Damri serta agen travel lainnya terjebak dan tertahan selama berjam-jam di jalur tol. Selain itu, pihak kepolisian kini mulai melakukan rekayasa lalu lintas secara intensif guna mengurai kepadatan kendaraan yang semakin mengular menuju terminal keberangkatan. Oleh karena itu, para sopir harus ekstra waspada saat melintasi Akses Bandara Soetta agar mesin kendaraan mereka tidak mengalami kerusakan fatal akibat genangan air yang cukup tinggi di beberapa titik.
Titik Terparah di Tol Sedyatmo dan Perimeter
Genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter dilaporkan terjadi di beberapa titik krusial. Area KM 32 Tol Sedyatmo menjadi lokasi yang paling terdampak, di mana kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan sangat rendah. Selain itu, akses melalui jalur belakang atau jalan perimeter juga tidak dapat dilalui oleh kendaraan kecil karena luapan air sungai di sekitar kawasan bandara.
Upaya Evakuasi Penumpang yang Terjebak
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas telah di kerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Beberapa truk besar milik instansi terkait di gunakan untuk mengangkut calon penumpang yang terjebak di tengah kemacetan agar tetap bisa mencapai terminal tepat waktu. Meskipun demikian, keterbatasan unit evakuasi membuat banyak warga harus berjalan kaki sambil membawa koper di tengah guyuran hujan.
Baca Juga : Telkom Perkuat Jaringan Huntara di Wilayah Bencana
Respons Otoritas Akses Bandara dan Maskapai Penerbangan
Pihak Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi darurat ini. Mereka mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk berangkat lebih awal dari biasanya. Selain itu, koordinasi dengan pihak maskapai terus di lakukan untuk memberikan kompensasi atau kebijakan khusus bagi penumpang yang terdampak banjir.
Kebijakan Penjadwalan Ulang (Reschedule) Tiket
Beberapa maskapai nasional telah mengonfirmasi bahwa mereka akan memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang terlambat tiba di bandara akibat akses yang terendam banjir. Penumpang di berikan opsi untuk melakukan reschedule tanpa di kenakan biaya tambahan, selama mereka dapat membuktikan kendala perjalanan yang di alami. Kebijakan ini di ambil demi menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa transportasi udara.
Optimasi Layanan Kereta Api Bandara
Sebagai alternatif utama, otoritas bandara sangat menyarankan masyarakat untuk menggunakan jasa Kereta Api Bandara (Railink). Hingga saat ini, jalur kereta api di laporkan masih dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh genangan air. Kereta api menjadi solusi paling efektif karena memiliki jalur sendiri yang terbebas dari kemacetan jalan raya, sehingga ketepatan waktu keberangkatan lebih terjamin bagi para pelancong.
Mitigasi Akses Bandara Jangka Panjang untuk Mencegah Banjir Berulang
Masalah banjir pada akses Bandara Soetta sebagai gerbang internasional Indonesia ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pusat harus segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase secara menyeluruh. Selain itu, pembangunan kolam retensi tambahan serta normalisasi sungai di sekitar kawasan Tangerang menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh tertunda lagi.
Selanjutnya, pakar tata kota menyarankan agar pengelola bandara meningkatkan kapasitas pompa air secara signifikan di titik-titik rendah jalan tol. Jika perbaikan infrastruktur ini tidak berjalan maksimal, maka akses Bandara Soetta akan terus menjadi langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Pada akhirnya, masyarakat sangat berharap agar otoritas terkait segera merealisasikan solusi permanen ini agar mobilitas menuju bandara tidak lagi terhambat oleh faktor cuaca buruk.