Pabrik Tapioka Lampung Terbakar Rugi Rp1 M. Peristiwa memilukan baru saja menimpa sektor industri di Provinsi Lampung setelah sebuah pabrik pengolahan tapioka skala besar di laporkan di lahap si jago merah pada dini hari tadi. Insiden kebakaran ini di ketahui terjadi saat sebagian besar karyawan sedang tidak berada di lokasi, sehingga kobaran api dengan cepat merambat ke seluruh area gudang penyimpanan. Menurut keterangan saksi mata, asap hitam pekat mulai terlihat membubung tinggi dari bagian atap bangunan sekitar pukul 02.00 WIB. Oleh karena material di dalam pabrik di dominasi oleh bahan kering yang mudah terbakar, api pun sulit di kendalikan dalam waktu singkat.
Kronologi Lengkap Insiden Kebakaran Hebat Pabrik Tapioka di Area Produksi
Awal mula api muncul di duga berasal dari area mesin pengering yang berada di bagian tengah pabrik. Berdasarkan laporan awal dari pihak kepolisian, percikan api pertama kali di deteksi oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli di sekitar pagar luar. Meskipun upaya pemadaman mandiri sempat di lakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun besarnya tekanan angin membuat api justru semakin membesar. Selanjutnya, bantuan dari dinas pemadam kebakaran segera di hubungi untuk mencegah perambatan api ke pemukiman warga yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian.
Penyebab Utama Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik
Dugaan sementara mengenai penyebab kebakaran ini di kaitkan dengan adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi kabel tua. Penyelidikan mendalam sedang di lakukan oleh tim forensik untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan teknis. Selain itu, beberapa saksi dari pihak teknisi pabrik juga di mintai keterangan terkait pemeliharaan rutin jaringan listrik yang di lakukan dalam beberapa bulan terakhir. Kabel-kabel yang terkelupas di temukan di titik awal api, sehingga memperkuat asumsi bahwa lonjakan arus menjadi pemicu utama bencana ini.
Kendala Pemadaman Akibat Terbatasnya Pasokan Air
Proses pemadaman api di lokasi kejadian sayangnya sempat terhambat oleh minimnya akses sumber air yang memadai di sekitar kawasan industri tersebut. Petugas pemadam kebakaran terpaksa mengerahkan tangki bantuan dari wilayah tetangga guna memastikan api benar-benar padam hingga ke dasar puing. Selain kendala air, tumpukan ampas singkong kering yang menggunung di area gudang juga menyebabkan api sulit di jinakkan karena terus membara di bagian bawah permukaan. Beruntung, setelah berjuang selama lebih dari enam jam, api akhirnya berhasil di lokalisasi sehingga tidak menyebar ke gedung perkantoran.
Baca Juga : Hasil Zoom 3,5x Realme 16 Pro+ 5G Terungkap
Estimasi Kerugian Materiil Pabrik Tapioka dan Dampak Ekonomi Lokal
Nilai kerugian akibat musibah ini di taksir mencapai angka Rp1 miliar rupiah mengingat banyaknya mesin produksi modern yang ikut hangus terbakar. Kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan utama, mesin penggilingan, hingga stok tepung tapioka siap kirim yang sedianya akan di distribusikan ke luar daerah. Dampak ekonomi yang signifikan juga di rasakan oleh para petani singkong di sekitar Lampung karena alur distribusi hasil panen mereka terpaksa terhenti sementara waktu. Kepastian mengenai operasional kembali pabrik masih belum bisa di tentukan. Sehingga kekhawatiran mengenai nasib para pekerja harian pun mulai muncul ke permukaan.
Kerusakan Infrastruktur Mesin dan Stok Barang Jadi
Bangunan pabrik yang mencapai luas hampir satu hektar tersebut di laporkan mengalami kerusakan struktural. Yang cukup parah pada bagian atap dan dinding penyangga. Mesin-mesin produksi yang di impor dari luar negeri di kabarkan tidak dapat. Di selamatkan karena suhu panas yang terlalu ekstrem selama kebakaran berlangsung. Akibatnya, pemilik pabrik harus menanggung beban finansial yang besar untuk melakukan renovasi total sebelum aktivitas industri dapat di jalankan kembali. Selain mesin, ribuan karung tapioka yang telah di kemas rapi. Juga hanya menyisakan abu sisa pembakaran yang tidak lagi bernilai ekonomis.
Nasib Ratusan Karyawan yang Terancam Dirumahkan
Persoalan sosial muncul seiring dengan hancurnya fasilitas kerja utama yang menjadi tumpuan hidup ratusan buruh di desa setempat. Rencana perumahan karyawan sedang di pertimbangkan oleh pihak manajemen sebagai langkah darurat dalam menghadapi krisis keuangan pasca-kebakaran. Meskipun janji mengenai pemberian kompensasi telah di sampaikan, namun ketidakpastian mengenai lama waktu perbaikan pabrik membuat para pekerja merasa cemas. Oleh sebab itu, bantuan dari pemerintah daerah sangat di harapkan. Agar transisi pemulihan ekonomi bagi para pekerja terdampak dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Langkah Antisipasi dan Investigasi Pabrik Tapioka Lanjutan oleh Pihak Berwajib
Prosedur investigasi menyeluruh kini sedang di tempuh oleh pihak berwenang guna mengungkap fakta-fakta baru di balik musibah besar ini. Area pabrik telah di pasangi garis polisi. Agar olah tempat kejadian perkara (TKP) dapat dilakukan tanpa gangguan dari pihak luar yang tidak berkepentingan. Di samping itu, audit keselamatan kerja terhadap pabrik-pabrik lain di kawasan Lampung. Juga akan di perketat demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Kesadaran akan pentingnya sistem proteksi kebakaran otomatis, seperti sprinkler dan sensor asap. Kini menjadi topik utama yang di tekankan oleh dinas terkait kepada seluruh pelaku usaha industri di wilayahPabrik Tapioka di Lampung.